Sunday, July 29

Einsamkeit

vom Licht gestrahlt
schleicht ein Einsamkeit
verletzend schmerzvoll

in aller Helligkeit
schleicht ein Einsamkeit
kalt unbarmherzig

unter der Wärme der Sonne
schleicht ein Einsamkeit
lautlos unvermeidlich

zwischen den Geräusche des Leben
schleicht ein Einsamkeit
zielstrebig tödlich

tief in den Herzen des Herzen
schleicht ein Einsamkeit
verhängnisvoll unbesiegbar

Friday, July 27

Casting Loneliness Away

lonely days...
the crossing path
somewhere...

cast lonesome away

crossing path...
you and me
sometime...

cast lonesome away

friendly warmth...
us
somehow...

cast lonesome away

sweet memories...
heart
somehow...

cast lonesome away

bright smile...
closed eyes
somehow...

cast lonesome away

as I close my eyes, you'll be beside me
cast away all the loneliness
fill the years of yearnings

Monday, July 16

Narada Membawa Semangkuk Berisi Susu

Orang bijak dari India, Narada, menaruh bakti kepada Dewa Hari. Demikian besar baktinya, hingga pada suatu hari ia tergoda untuk berpikir, bahwa di seluruh dunia tidak ada orang, yang mencintai Tuhan melebihi dia.

Tuhan membaca hatinya dan berkata: 'Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam di sana. Hidup di sampingnya akan baik bagimu.'

Narada pergi dan bertemu dengan seorang petani, yang pagi bangun, menyebut nama Hari hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, di mana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur di waktu malam ia menyebut nama Hari satu kali lagi. Narada berpikir:' Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan? Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi.'

Lalu Tuhan berkata kepada Narada, 'isailah mangkuk denagan susu sampai penuh limpah dan berjalanlah keliling kota. Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga.' Narada berbuat apa yang dikatakan.

'Berapa kali engkau ingat akan daku selama berjalan keliling kota?' tanya Tuhan.

'Tidak satu kalipun, Tuhan,' kata Narada. 'Bagaimana aku bisa, kalau Engaku menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu itu?'

Tuhan berkata: ' Mangkuk itu menguasai pikiranmu, hingga engkau lupa aku sama sekali. Tetapi lihat petani ini yang meskipun dibebani tugas menghidupi keluarga, ingat akan daku dua kali sehari?'


diambil dari Doa Sang Katak ~ Anthony de Mello

Tuesday, July 10

No Title

~I wrote this for just some fun~

meraung pedih dalam hati
ingin teriak tak terpekik
tangisan tanpa bulir air mata

tak ingin mampu menanggung
sepi tak ternyatakan
tangisan tanpa isak

rindu menghayat dalam jiwa
meraih kan tak tercapaikan
keinginan sekedar impian
ingin tak lagi menginginkan
lalui waktu tanpa kesadaran
dalam tangisan bisu
letakkan hidup dalam jeda
hiraukan letih
hentikan pedih